Analysis of the application of articles 3H and 3Y of the State-Owned Enterprises Law after Law Number 16 of 2025 to corruption liability under the national criminal code
DOI:
https://doi.org/10.54957/jolas.v6i6.2453Keywords:
Business Judgment Rule, Corruption Crimes, Danantara, National Criminal Code, State Financial LossAbstract
Law Number 1 of 2025 and Law Number 16 of 2025 amended Law Number 19 of 2003 on State-Owned Enterprises (the SOE Law). As amended by Law Number 16 of 2025, Article 3H attributes investment gains and losses to the Daya Anagata Nusantara Investment Management Agency (Danantara), while Article 3Y grants the Head of the SOE Regulatory Agency and Danantara’s organs and employees a business judgment rule (BJR) defence. SOE directors rely on a different basis, namely Article 9F of Law Number 1 of 2025. This normative legal study, using statutory, conceptual, and case approaches, examines these provisions after three changes: (i) Law Number 16 of 2025 deleted the clause declaring SOE officers not to be state officials and affirmed the Audit Board’s authority to audit SOEs; (ii) Articles 603 and 604 of the National Criminal Code replaced Articles 2(1) and 3 of the Anti-Corruption Law on 2 January 2026; and (iii) Constitutional Court Decision Number 123/PUU-XXIII/2025 reinterpreted Article 14 of the Anti-Corruption Law. Articles 3H and 4B do not automatically alter the status of separated state assets as part of the state finance regime, as interpreted in Constitutional Court Decisions Number 48/PUU-XI/2013 and 62/PUU-XI/2013; they govern the attribution and measurement of loss under a business paradigm (business judgement rules). Article 3Y is a defence, not an immunity. The prosecutor retains the burden of proof, and a fulfilled BJR either negates unlawfulness or operates as a justification under Article 35 of the Criminal Code. Negligence that defeats the defence results in civil and administrative, not criminal, liability because Articles 603 and 604 require intent. Case law shows that judges draw the BJR boundary at decision-making procedure, not at personal gain.
Kata kunci: Business Judgment Rule; Danantara; Kerugian Keuangan Negara; Kriminalisasi Kebijakan; Tindak Pidana Korupsi
References
Abdoellah, R. A., & Suparji. (2025). Analisis yuridis aksi korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Kasus ex-Dirut Pertamina. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(7).
Adji, I. S. (2007). Korupsi kebijakan aparatur negara dan hukum pidana. Diadit Media.
Antara. (2022, June 5). Kejagung dituntut transparan dalam mengusut korupsi di BUMN. Tirto.id. https://tirto.id/kejagung-dituntut-transparan-dalam-mengusut-korupsi-di-bumn-gsBo
Antara. (2025, November 26). President Prabowo grants rehabilitation in ASDP corruption case. Antara News Mataram. https://mataram.antaranews.com/berita/508417/president-prabowo-grants-rehabilitation-in-asdp-corruption-case
Antara. (2026, May 13). Terbitkan SE, Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tak hanya BPK. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/5566121/terbitkan-se-kejagung-tegaskan-auditor-kerugian-negara-tak-hanya-bpk
Anti-Corruption Learning Center KPK. (2026, April 9). Memahami jenis korupsi pasca penyesuaian KUHP terbaru. ACLC KPK. https://aclc.kpk.go.id/aksi-informasi/Eksplorasi/20260409-memahami-jenis-korupsi-pasca-penyesuaian-kuhp-terbaru
Antoro, B. H. W. (2020). Pengujian penyalahgunaan wewenang di PTUN: Kajian Putusan PTUN Medan Nomor 25/G/2015/PTUN-MDN dan Putusan PTUN Jambi Nomor 2/P/PW/2017/PTUN.JBI. Jurnal Yudisial, 13(2), 207–224. https://doi.org/10.29123/jy.v13i2.350
Ardiyan, F., Wibowo, R. A., & Putranto, A. C. (2025). Politik hukum pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 terkait ketentuan yang memisahkan kerugian pada BPI Danantara dan BUMN sebagai kerugian negara. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2(10), 903–914.
Atmadja, A. P. S. (2010). Keuangan publik dalam perspektif hukum: Teori, praktik, dan kritik. Rajagrafindo Persada.
Bainbridge, S. M. (2004). The business judgment rule as abstention doctrine. Vanderbilt Law Review, 57(1), 83–130.
Bisnis.com. (2024, June 24). Karen Agustiawan divonis bui 9 tahun, tapi tak terbukti terima uang korupsi. Kabar24 Bisnis.com. https://kabar24.bisnis.com/read/20240624/16/1776653/karen-agustiawan-divonis-bui-9-tahun-tapi-tak-terbukti-terima-uang-korupsi
Bisnis.com. (2025a, March 1). Kasasi eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan ditolak, hukuman diperberat jadi 13 tahun. Kabar24 Bisnis.com. https://kabar24.bisnis.com/read/20250301/16/1843620/kasasi-eks-dirut-pertamina-karen-agustiawan-ditolak-hukuman-diperberat-jadi-13-tahun
Bisnis.com. (2025b, November 20). Disenting opinion! Hakim ini nilai eks Dirut ASDP Ira Puspadewi cs harusnya bebas. Kabar24 Bisnis.com. https://kabar24.bisnis.com/read/20251120/16/1930424/disenting-opinion-hakim-ini-nilai-eks-dirut-asdp-ira-puspadewi-cs-harusnya-bebas
Coloay, J. (2022). Pengawasan keuangan negara pada BUMN melalui penerapan prinsip business judgment rule. Jurnal Hukum Positum, 7(2), 190–204. https://doi.org/10.35706/positum.v7i2.7044
Dzatin, B., & Mahardhika, V. (2026). Analisis kedudukan prinsip business judgment rule (BJR) dalam penilaian unsur kesalahan direksi BUMN pada perkara tindak pidana korupsi oleh hakim. Indonesian Journal of Contemporary Law, 2(6), 1–31. https://journal.unesa.ac.id/index.php/ijcl/article/view/56998
Fadel, M., Fardiasyah, A. I., & Tamza, F. B. (2025). Implikasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 terhadap kerugian negara dan tindak pidana korupsi. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(7), 1–19.
Fitriah, M., & Ansar, N. S. (2025). Kontestasi kekuasaan negara dan otonomi korporasi: Tinjauan hukum tata negara terhadap modal BUMN di bawah UU BUMN 2025. El-Iqthisady: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 7(1), 293–311.
Fuady, M. (2022). Perseroan terbatas: Paradigma baru. Citra Aditya Bakti.
Hakim, J., & Yehezkiel, N. (2025, May 5). Kerugian BUMN bukan kerugian negara, masihkah dapat dituntut korupsi? Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/kerugian-bumn-bukan-kerugian-negara--masihkah-dapat-dituntut-korupsi-lt6818872c752fd
Harahap, M. Y. (2021). Hukum perseroan terbatas. Sinar Grafika.
Hartono, R. N., Sriwati, & Rini, W. S. D. (2021). Kerugian keuangan negara pada badan usaha milik negara (BUMN) dalam perspektif doktrin business judgment rule. KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, 2(1), 23–32.
Herlambang, Y. (2026). Implementation of the business judgment rule doctrine under Law Number 16 of 2025 on the protection of the human rights of state-owned enterprise management in exercising their authority. Journal of Law, Administration, and Social Science, 6(4), 264–274.
Hiariej, E. O. S. (2016). Prinsip-prinsip hukum pidana (Edisi revisi). Cahaya Atma Pustaka.
Irianto, S. (2002). Metode penelitian kualitatif dalam metodologi penelitian ilmu hukum. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 32(2), 155–172.
Juliani, H. (2016). Pertanggungjawaban direksi BUMN terhadap perbuatan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara. Masalah-Masalah Hukum, 45(4), 299–306.
Kasim, H. (2017). Memikirkan kembali pengawasan badan usaha milik negara berdasarkan business judgement rules. Jurnal Konstitusi, 14(2), 440–462. https://doi.org/10.31078/jk14210
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum. Kencana.
Noor, H. J. (2022). Memahami kerugian BUMN (Persero): Diskursus kerugian keuangan negara dan tipikor. Genta Publishing.
Pane, V., Junaedi, P., Ramadhan, I., & Adilla, R. (2026). Penerapan business judgment rule dalam pertanggungjawaban direksi BUMN atas risiko bisnis dan kerugian keuangan negara. Jurnal Private Law, 6(2), 541–558.
Panjaitan, M. J. S. (2017). Penyelesaian penyalahgunaan wewenang yang menimbulkan kerugian negara menurut hukum administrasi pemerintahan. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 24(3), 431–447. https://doi.org/10.20885/iustum.vol24.iss3.art5
Prasetyo, A. (2023, October 13). Melihat doktrin BJR dalam pertimbangan pengadilan. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/melihat-doktrin-bjr-dalam-pertimbangan-pengadilan-lt6527e79dd6aab/
Priyatno, A. A. (2025). Pencegahan kerugian negara melalui penguatan regulasi hubungan kerja pemeriksa eksternal dengan pengawas internal. SHARE Journal, 1(2), 251–280. https://doi.org/10.28986/jshare.v1i2.2435
Rahman, F. Z. (2026). Batasan pertanggungjawaban pidana direksi BUMN dalam perspektif business judgment rule pasca revisi UU BUMN. Semarang Law Review, 7(1), 327–350. https://doi.org/10.26623/slr.v7i1.13983
Ridwan HR. (2016). Hukum administrasi negara. Rajawali Pers.
Seac, A. E. F., & Iswara, I. M. A. M. (2025, July 12). Implikasi hukum pasca UU BUMN terbaru terhadap pemberantasan tipikor. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/implikasi-hukum-pasca-uu-bumn-terbaru-terhadap-pemberantasan-tipikor-lt68725940d9d64
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2001). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. RajaGrafindo Persada.
Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan.
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 162, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 7142).
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2016 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan.
Putusan Pengadilan
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 003/PUU-IV/2006.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 77/PUU-IX/2011.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 48/PUU-XI/2013.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 62/PUU-XI/2013.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 142/PUU-XXII/2024.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 123/PUU-XXIII/2025.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026.
Putusan Mahkamah Agung Nomor 417 K/Pid.Sus/2014 (Hotasi D. P. Nababan).
Putusan Mahkamah Agung Nomor 41 PK/Pid.Sus/2015 (Hotasi D. P. Nababan).
Putusan Mahkamah Agung Nomor 121 K/Pid.Sus/2020 (Galaila Karen Kardinah/Karen Agustiawan).
Putusan Mahkamah Agung Nomor 1076 K/Pid.Sus/2025 (Galaila Karen Kardinah/Karen Agustiawan).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yogi Herlambang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








